Film The Housemaid
Film The Housemaid

Review Jujur Film Berjudul The Housemaid

Review Jujur Film Berjudul The Housemaid. The Housemaid (2025) menjadi salah satu thriller psikologis paling seru dan kontroversial akhir tahun ini. Disutradarai Paul Feig (dikenal dari Bridesmaids dan A Simple Favor), film berdurasi 2 jam 11 menit ini rilis di bioskop Amerika 19 Desember 2025 oleh Lionsgate, dengan premiere di New York awal bulan itu. Diadaptasi dari novel bestseller 2022 karya Freida McFadden, film ini dibintangi Sydney Sweeney sebagai Millie Calloway—seorang wanita berlatar belakang rumit yang jadi pembantu rumah tangga di rumah mewah keluarga Winchester—dan Amanda Seyfried sebagai Nina Winchester, istri kaya yang misterius. Dengan campuran erotic thriller, dark comedy, dan twist berlapis, review film ini langsung jadi perbincangan karena performa Seyfried yang over-the-top dan plot yang penuh kejutan. Box office-nya solid dengan $60 juta global hingga akhir Desember, meski kompetisi ketat dengan film besar lain.

Sinopsis dan Plot Twist yang Bikin Deg-degan Tentang The Housemaid

Cerita berpusat pada Millie (Sweeney), mantan narapidana yang baru bebas dan butuh pekerjaan, diterima jadi live-in housemaid di mansion megah milik Nina (Seyfried) dan suaminya Andrew (Brandon Sklenar), seorang pengusaha tech kaya. Awalnya terasa seperti mimpi: gaji besar, rumah mewah, dan keluarga tampak sempurna. Tapi segera terungkap rahasia gelap—Nina manipulatif dan tidak stabil, Andrew punya sisi gelap, dan Millie sendiri menyembunyikan masa lalu berbahaya. Film ini mainkan trope klasik “the help is the villain” tapi balikkan ekspektasi dengan twist besar di babak ketiga: bukan Millie yang gila, tapi dinamika keluarga Winchester jauh lebih rumit dan beracun. Ada elemen gaslighting, kekerasan, dan balas dendam yang semakin liar, lengkap dengan momen absurd seperti lempar makanan dan konfrontasi tangga ikonik. Endingnya cathartic tapi kontroversial—banyak yang bilang terlalu daft, tapi justru itu yang bikin memorable.

Performa Pemeran dan Gaya Paul Feig

Amanda Seyfried mencuri perhatian sebagai Nina—perannya penuh overacting yang disengaja: senyum setengah gila, tangis dramatis, dan amarah tak terkendali yang bikin penonton tak bisa lepas mata. Banyak kritikus sebut ini performa terbaiknya, campur antara campy dan unnerving. Sydney Sweeney sebagai Millie mulai subtle dan innocent, tapi di akhir meledak dengan intensitas yang bikin karakter terasa hidup—meski beberapa bilang ia agak sleepwalking di bagian awal. Brandon Sklenar sebagai Andrew cukup solid sebagai suami “nice until he’s not”, sementara pendukung seperti Elizabeth Perkins dan Michele Morrone tambah warna. Feig arahkan film ini dengan gaya campur dark comedy dan erotic tension—mirip A Simple Favor tapi lebih straight-faced dan tawdry. Sinematografi indah mansion, score Theodore Shapiro moody, dan editing tajam bikin ketegangan terus naik.

Kelebihan dan Kekurangan Film The Housemaid

Kelebihan terbesar adalah fun factor: film ini knowingly campy, penuh twist yang audacious, dan punya energi 90-an erotic thriller (seperti Hand That Rocks the Cradle atau Single White Female) tapi update dengan sentuhan modern. Seyfried jadi force of nature, dan akhirnya terasa seperti revenge fantasy yang memuaskan. Banyak yang sebut ini guilty pleasure terbaik 2025—popcorn movie yang tahu dirinya silly tapi entertaining. Rating Rotten Tomatoes sekitar 74% dari 163 kritikus, dengan konsensus puji “wicked sense of fun” dan Seyfried. Kekurangannya: script kadang clunky dan predictable di awal, pacing tengah agak drag, dan beberapa twist terasa contrived atau over-the-top berlebih. Ada juga kritik soal kekerasan grafis, nudity, dan profanity yang bikin terasa seperti Lifetime movie dengan budget lebih besar. Bagi yang suka thriller serius, mungkin terlalu cheesy; tapi bagi yang cari fun trashy, ini pas.

Kesimpulan

The Housemaid adalah thriller psikologis yang sukses jadi hiburan akhir tahun—twisty, campy, dan penuh kejutan dengan performa Seyfried yang tak terlupakan serta Sweeney yang solid di akhir. Meski bukan masterpiece (ada momen konyol dan script tidak sempurna), film ini berhasil jadi guilty pleasure yang bikin penonton tertawa, tegang, dan terpukau sekaligus. Paul Feig bukti lagi bisa main di genre thriller dengan gaya khasnya yang fun dan hyperbolic. Cocok ditonton di bioskop atau bareng teman untuk diskusi twist—siapkan popcorn dan jangan harap logika tinggi. Bagi fans novel McFadden atau genre erotic thriller, ini wajib; bagi yang baru, ini pengantar seru ke dunia “rich people are evil”. Selamat menonton—dan hati-hati kalau lagi cari kerja jadi pembantu rumah tangga!

Baca Selengkapnya…

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *