Review Film Tsukuyomi-kun no Kindan Oyashoku: Cinta Malam

Review Film Tsukuyomi-kun no Kindan Oyashoku: Cinta Malam

Review Film Tsukuyomi-kun no Kindan Oyashoku: Cinta Malam. Tsukuyomi-kun no Kindan Oyashoku, dorama Jepang yang tayang pada 2023, terus menjadi favorit di kalangan penggemar romansa ringan hingga awal 2026. Meskipun telah berlalu lebih dari dua tahun sejak penayangan perdananya di TV Asahi dan platform streaming seperti Netflix di beberapa wilayah, serial ini masih sering dibahas untuk kombinasi unik antara makanan, kesehatan, dan cinta terlarang. Dibintangi Yosuke Sugino sebagai Mikazuki Tsukuyomi dan Nanami Sakuraba sebagai Eba Soyogi, dorama 9 episode ini diadaptasi dari manga karya Asano. Ceritanya berpusat pada hubungan malam hari yang penuh godaan, di mana makanan menjadi metafor romansa. Dengan rating MyDramaList sekitar 7.2/10 dan pujian atas visual makanan yang menggugah selera, serial ini populer di Indonesia, di mana tren J-drama rom-com semakin naik. Di tengah kesibukan sehari-hari, Tsukuyomi-kun no Kindan Oyashoku sering direkomendasikan sebagai tontonan santai yang menghangatkan hati, tanpa konflik berat yang melelahkan, membuatnya tetap relevan sebagai pilihan mood booster. BERITA TERKINI

Sinopsis dan Plot Utama: Review Film Tsukuyomi-kun no Kindan Oyashoku: Cinta Malam

Cerita dimulai dengan Eba Soyogi, seorang trainer gym berusia 27 tahun yang ketat dengan diet sehat demi menjaga citra profesionalnya. Namun, rahasianya adalah kecintaannya pada camilan malam yang lezat, yang sering membuatnya merasa bersalah. Suatu hari, ia bertemu Mikazuki Tsukuyomi, chef berbakat dari restoran ternama yang tinggal di apartemen yang sama. Tsukuyomi menawarkan untuk memasak camilan malam sehat tapi enak untuk Soyogi, dengan syarat mereka tidak boleh jatuh cinta—perjanjian yang disebut “kindan” atau terlarang. Setiap malam, Tsukuyomi menyelinap ke apartemen Soyogi untuk menciptakan hidangan seperti ramen sehat atau dessert rendah kalori, sambil berbagi cerita pribadi. Plot berkembang saat ikatan mereka semakin dalam, diwarnai konflik seperti tekanan pekerjaan Soyogi dan masa lalu Tsukuyomi yang misterius. Ada subplot ringan melibatkan teman-teman mereka, seperti rekan gym Soyogi yang curiga dan sahabat Tsukuyomi yang mendukung. Alur cerita sederhana dengan pacing cepat, fokus pada interaksi malam hari yang intim tanpa twist dramatis berlebih. Beberapa episode menyoroti resep nyata yang bisa dicoba penonton, tapi akhir cerita mendapat kritik karena terasa predictable. Meski begitu, durasi pendek membuatnya mudah ditonton marathon, dengan resolusi yang manis tentang keseimbangan antara kesehatan dan kenikmatan hidup.

Akting dan Chemistry Pemeran: Review Film Tsukuyomi-kun no Kindan Oyashoku: Cinta Malam

Yosuke Sugino sebagai Tsukuyomi membawakan karakter chef dingin tapi peduli dengan karisma alami—ekspresinya saat memasak penuh passion, sementara senyumannya yang jarang membuat momen romantis terasa spesial. Aktor ini, dikenal dari dorama seperti Tokyo Alien Bros, berhasil menunjukkan lapisan emosi tanpa berlebihan, terutama di adegan di mana ia membuka diri tentang impian kuliner. Nanami Sakuraba sebagai Soyogi juga solid, menggambarkan wanita mandiri yang berjuang dengan keinginan pribadi; aktingnya natural, dari ekspresi bahagia saat makan hingga keraguan saat perasaan tumbuh. Chemistry antara keduanya menjadi highlight, dengan tatapan mata dan bercanda ringan yang terasa autentik, membuat penonton ikut tersenyum. Pemeran pendukung seperti Noel Kawashima sebagai sahabat Tsukuyomi dan Ayaka Konno sebagai rekan Soyogi menambah warna—mereka memberikan humor situasional dan dukungan yang pas tanpa mencuri sorotan. Ensemble cast ini membuat interaksi terasa hidup, meski beberapa karakter sampingan terasa kurang dalam. Kritik minor datang pada dialog yang kadang klise, tapi secara keseluruhan, akting menjadi pondasi kuat, terutama dalam menyampaikan nuansa romansa malam yang intim. Penonton sering memuji bagaimana para aktor membuat adegan makan terlihat menggiurkan, meningkatkan daya tarik serial.

Elemen Romansa dan Makanan

Tsukuyomi-kun no Kindan Oyashoku unggul dalam menggabungkan romansa dengan elemen makanan yang visualnya memikat. Romansa disajikan secara sehat, fokus pada komunikasi dan dukungan mutual—tidak ada pihak ketiga atau salah paham panjang, melainkan pertumbuhan perlahan dari perjanjian terlarang menjadi cinta sejati. Humor muncul dari situasi absurd seperti Tsukuyomi yang memasak diam-diam atau Soyogi yang berusaha menahan godaan, sementara tema kesehatan menambah kedalaman tanpa terasa menggurui. Setiap episode menampilkan resep asli, seperti salad dengan twist Jepang atau sup rendah karbo, yang difilmkan dengan close-up menggugah selera, membuat penonton lapar. Soundtrack ringan dengan lagu-lagu ballad memperkuat nuansa malam yang romantis, sementara setting apartemen sederhana menekankan intimasi. Meski ada kritik bahwa plot terlalu ringan tanpa konflik mendalam, ini justru kekuatan bagi penggemar rom-com: hiburan murni dengan pesan positif tentang menikmati hidup. Elemen visual seperti pencahayaan lembut di dapur malam hari menambah pesona, membuat serial ini seperti campuran Food Wars dan romansa klasik. Di 2026, di mana tren makanan sehat semakin populer, dorama ini tetap inspiratif, sering dibagikan di media sosial untuk ide resep romantis.

kesimpulan

Tsukuyomi-kun no Kindan Oyashoku adalah romansa malam yang hangat dan menggugah selera, cocok untuk mereka yang mencari tontonan ringan di tengah rutinitas. Dengan plot sederhana, chemistry memikat, dan visual makanan yang lezat, dorama ini layak ditonton ulang hingga kini, meski bukan yang paling inovatif. Tema tentang keseimbangan cinta dan kesehatan membuatnya relevan, terutama bagi penggemar Yosuke Sugino dan Nanami Sakuraba. Jika belum mencoba, ini saatnya merasakan pesona camilan terlarang—jaminan senyum dan inspirasi resep setelahnya.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *