Review Film The Last of Us: Bertahan di Dunia Apokalips. The Last of Us Season 2 tayang perdana di HBO dan Max pada 13 April 2025, melanjutkan adaptasi game ikonik Naughty Dog dengan 7 episode yang lebih intens dan emosional dibanding musim pertama. Berlatar lima tahun setelah peristiwa season 1, serial ini mengikuti Joel (Pedro Pascal) dan Ellie (Bella Ramsey) yang hidup relatif aman di Jackson, Wyoming, sebelum masa lalu Joel menghantam kembali dalam bentuk dendam Abby (Kaitlyn Dever). Dengan skor Rotten Tomatoes Certified Fresh 93% dari kritikus dan audience score 88%, season ini dipuji karena tetap setia pada materi sumber sambil memperkaya karakter dan dunia pasca-apokaliptik yang sudah hancur. Ini bukan lagi sekadar survival horror—ini cerita tentang bertahan hidup di dunia yang sudah tidak punya tempat untuk harapan, penuh kekerasan, trauma, dan pertanyaan moral yang menyakitkan. ULAS FILM
Alur Cerita dan Plot: Review Film The Last of Us: Bertahan di Dunia Apokalips
Season 2 langsung membuka dengan kehidupan di Jackson yang terasa damai: Joel dan Ellie punya rumah, komunitas, dan rutinitas. Namun, ketenangan itu hancur ketika sekelompok pembalas dendam dari Salt Lake City—dipimpin Abby—menyerang. Apa yang terjadi selanjutnya adalah spiral kekerasan yang saling membalas: Joel membayar harga atas tindakannya di akhir musim pertama, sementara Ellie memulai perjalanan balas dendam yang menghancurkan dirinya sendiri. Plot berganti perspektif secara berani antara Ellie dan Abby, menunjukkan bahwa keduanya sama-sama korban dan pelaku dalam siklus kekerasan yang tak berujung. Ada momen-momen sangat gelap seperti konfrontasi brutal, pengkhianatan dalam kelompok, dan keputusan yang memaksa karakter mempertanyakan apa artinya “bertahan hidup”. Season ini lebih lambat dan karakter-driven dibanding musim pertama, dengan fokus pada trauma, rasa bersalah, dan kehancuran psikologis. Endingnya sangat pahit—tidak ada pemenang, hanya korban dan penyesalan—membuat penonton merasa berat tapi puas karena kesetiaan pada cerita asli game.
Pemeran dan Penampilan: Review Film The Last of Us: Bertahan di Dunia Apokalips
Pedro Pascal sebagai Joel tetap jadi jantung serial—ia membawa beban emosional yang sangat dalam, terutama di adegan-adegan yang menunjukkan penyesalan dan kerapuhan di balik sikap kerasnya. Bella Ramsey sebagai Ellie dewasa memberikan penampilan luar biasa: dari remaja penuh amarah menjadi seseorang yang hancur secara mental dan fisik. Transformasinya terasa sangat nyata dan menyakitkan. Kaitlyn Dever sebagai Abby menjadi sorotan utama—ia berhasil membuat penonton yang awalnya membenci karakternya perlahan memahami dan bahkan bersimpati. Chemistry antar cast sangat kuat, terutama di momen-momen intim dan kekerasan yang terasa sangat personal. Pemeran pendukung seperti Isabela Merced (Dina), Young Mazino (Jesse), dan Catherine O’Hara (dalam peran kecil) menambah kedalaman dunia. Secara keseluruhan, performa ensemble ini termasuk yang terbaik di televisi tahun 2025.
Elemen Bertahan di Dunia Apokalips
Musim ini memperluas gambaran dunia pasca-apokaliptik yang sudah tidak lagi hanya tentang zombie (Infected), tapi tentang manusia yang menjadi monster satu sama lain. Kekerasan digambarkan sangat realistis dan grafis—tidak ada glorifikasi, hanya konsekuensi brutal dari pilihan dan dendam. Ada kritik tajam tentang siklus balas dendam, trauma yang diwariskan, dan bagaimana “bertahan hidup” sering kali berarti kehilangan kemanusiaan. Visual produksi tetap kelas atas: lokasi Jackson yang indah tapi rapuh, hutan salju yang dingin, dan kota-kota yang porak-poranda terasa sangat hidup. Sound design dan musik Gustavo Santaolalla memperkuat rasa sunyi dan putus asa. Beberapa penonton merasa season ini terlalu depressing dan kurang memiliki momen “hope” seperti musim pertama, tapi justru itulah yang membuatnya terasa lebih dewasa dan setia pada visi asli game.
Kesimpulan
The Last of Us Season 2 adalah kelanjutan yang lebih gelap, lebih emosional, dan lebih menyakitkan dari musim pertama, berhasil mempertahankan kualitas tinggi sambil memperdalam tema bertahan hidup di dunia yang sudah tidak punya tempat untuk penebusan mudah. Pedro Pascal, Bella Ramsey, dan Kaitlyn Dever memberikan penampilan luar biasa yang penuh lapisan, sementara arahan dan penulisan tetap setia pada esensi cerita asli. Meski berat dan tidak mudah ditonton, season ini adalah salah satu pencapaian televisi terbaik tahun 2025—cerita tentang manusia yang bertahan, tapi kehilangan diri mereka dalam prosesnya. Skor keseluruhan: 9/10—apokalips yang terasa sangat nyata, sangat gelap, dan sangat manusiawi.
