review-film-internal-affairs

Review Film Internal Affairs

Review Film Internal Affairs. Film Internal Affairs yang dirilis pada 1990, kembali mencuri perhatian di akhir 2025 ini. Karya sutradara Mike Figgis ini baru saja mendapat rilis 4K UHD yang sangat dinantikan pada Desember lalu, membuat banyak penggemar thriller polisi melakukan rewatching dan diskusi ulang. Cerita mengikuti Raymond Avila, investigator Internal Affairs Division LAPD yang baru, saat ia menyelidiki Dennis Peck, polisi patrol karismatik tapi korup yang hidup melebihi gajinya. Diperankan Richard Gere sebagai Peck yang licik dan Andy Garcia sebagai Avila yang obsesif, film ini menawarkan duel psikologis intens, manipulasi, dan eksplorasi korupsi polisi yang gelap. Di tengah isu akuntabilitas kepolisian yang masih hangat, Internal Affairs terasa semakin relevan sebagai thriller underrated yang penuh ketegangan moral. BERITA BOLA

Plot yang Penuh Manipulasi Psikologis: Review Film Internal Affairs

Internal Affairs dimulai dengan Avila (Garcia) dan partnernya Amy Wallace yang menyelidiki Van Stretch, polisi dengan riwayat kekerasan berlebih. Investigasi cepat mengarah ke Peck (Gere), mentor Stretch yang tampak sempurna tapi sebenarnya mengendalikan jaringan korupsi: suap, pemerasan, hingga pembunuhan bayaran. Peck, dengan banyak istri dan anak, hidup mewah dari kegiatan ilegalnya.

Figgis membangun cerita dengan tempo tegas, fokus pada permainan pikiran daripada aksi fisik berlebih. Peck balas dendam dengan mendekati istri Avila, Kathleen, menciptakan paranoia dan kehancuran rumah tangga. Twist datang dari pengkhianatan kecil dan manipulasi halus, membuat penonton ikut tegang. Rilis 4K baru membuat detail visual malam Los Angeles semakin tajam, memperkuat atmosfer claustrophobic dan nihilisme yang jadi ciri khas film ini.

Penampilan Richard Gere dan Andy Garcia yang Ikonik: Review Film Internal Affairs

Kekuatan utama Internal Affairs ada pada duet Richard Gere dan Andy Garcia. Gere memberikan performa villain terbaiknya sebagai Peck – karismatik, manipulatif, dan dingin, membuat karakter jahat ini tetap menarik dan menyeramkan. Ini salah satu peran comeback Gere di 1990, menunjukkan sisi gelap yang jarang ia mainkan. Garcia sebagai Avila tak kalah intens, menyampaikan obsesi yang perlahan menghancurkan dirinya, dari investigator idealis menjadi pria paranoid.

Laurie Metcalf sebagai Wallace memberikan dukungan solid, sementara Nancy Travis sebagai Kathleen menambah lapisan emosional rumah tangga yang retak. Chemistry Gere-Garcia elektrik, terutama dalam adegan konfrontasi verbal yang penuh ancaman tersirat. Di 2025, banyak ulasan baru memuji bagaimana Gere membuat Peck jadi antagonis yang tak terlupakan, sementara Garcia membawa nuansa rentan yang manusiawi.

Warisan dan Relevansi di Masa Kini

Internal Affairs sering disebut sebagai salah satu thriller korupsi polisi terbaik era 1990-an, memengaruhi film seperti Training Day dengan fokus pada ambiguitas moral dan manipulasi psikologis. Tema impunitas polisi, pengkhianatan, dan harga obsesi tetap aktual, terutama di era diskusi reformasi kepolisian dan true crime. Meski awalnya overshadowed oleh film lain Gere tahun itu, kini dianggap hidden gem berkat realisme tanpa ampunnya.

Rilis 4K UHD baru, dengan restorasi dari negative asli plus fitur ekstra seperti commentary dan alternate ending, membawa gelombang antusiasme. Penggemar menghargai bagaimana film ini menolak resolusi mudah, meninggalkan rasa pahit tentang sistem yang rusak. Di akhir 2025, Internal Affairs membuktikan statusnya sebagai klasik yang tak lekang waktu di genre crime thriller.

Kesimpulan

Internal Affairs adalah thriller psikologis brilian yang semakin dihargai berkat rilis 4K terbaru, dengan plot manipulatif, akting memukau Gere-Garcia, dan tema korupsi yang abadi. Di akhir 2025, ini saat tepat untuk rewatching, mengingatkan mengapa ia jadi benchmark duel good cop vs bad cop. Bagi penggemar drama polisi gelap atau permainan pikiran intens, film ini wajib; bagi yang baru, siapkan diri untuk pengalaman yang mengganggu tapi adiktif. Ia membuktikan bahwa ancaman terbesar sering datang dari dalam, meninggalkan pertanyaan moral yang terus bergaung.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *