Review Film Get Out

Review Film Get Out

Review Film Get Out. Film Get Out yang dirilis pada 2017 kembali ramai dibicarakan di akhir 2025 ini. Debut penyutradaraan Jordan Peele ini semakin sering masuk daftar film horor terbaik abad 21 dalam berbagai survei kritikus terbaru, ditambah pemutaran ulang di bioskop dan diskusi luas tentang dampaknya terhadap genre sosial thriller. Cerita tentang Chris Washington, pemuda kulit hitam yang mengunjungi keluarga pacar kulit putihnya dan menemukan rahasia mengerikan, tetap mengguncang dengan satire rasisme yang tajam. Film ini tidak hanya sukses besar secara komersial dengan pendapatan ratusan juta dolar dari budget kecil, tapi juga memenangkan Oscar untuk Best Original Screenplay, membuka era baru horor yang menggabungkan ketakutan dengan komentar sosial mendalam. BERITA BOLA

Sinopsis dan Alur Cerita: Review Film Get Out

Get Out mengikuti Chris, fotografer muda yang diajak pacarnya Rose Armitage bertemu orang tuanya di rumah pedesaan mewah. Awalnya tampak ramah, tapi Chris mulai merasa aneh dengan perilaku pembantu kulit hitam keluarga itu dan tamu-tamu kulit putih yang terlalu memuji kemampuan fisiknya. Ketegangan meningkat saat hipnosis tak sengaja oleh ibu Rose membuat Chris masuk “sunken place”, kondisi di mana kesadarannya terperangkap. Alur berganti dari komedi canggung ke horor psikologis, dengan twist besar tentang lelang rahasia dan transplantasi otak yang menargetkan orang kulit hitam. Klimaks penuh aksi di rumah Armitage, diakhiri pelarian Chris yang memuaskan tapi meninggalkan rasa pahit tentang rasisme terselubung. Struktur cerita cerdas, penuh foreshadowing seperti cangkir teh dan rusa, membuat rewatch selalu temukan detail baru.

Akting dan Penampilan Para Pemain: Review Film Get Out

Daniel Kaluuya sebagai Chris memberikan performa breakthrough yang luar biasa, menyampaikan ketakutan, kecurigaan, dan kemarahan dengan ekspresi mata dan bahasa tubuh yang kuat—terutama adegan “sunken place” yang ikonik. Allison Williams sebagai Rose tampil meyakinkan sebagai pacar manis yang perlahan ungkap sisi gelapnya. Catherine Keener sebagai ibu hipnotis dan Bradley Whitford sebagai ayah liberal munafik menciptakan kontras menyeramkan. Lil Rel Howery sebagai sahabat Chris, Rod, membawa humor relief yang sempurna tanpa mengurangi ketegangan. Betty Gabriel sebagai pembantu Georgina dan Marcus Henderson sebagai Walter turut menambah nuansa unsettling. Ensemble ini solid, didukung arahan Peele yang presisi, membuat setiap interaksi terasa nyata dan penuh lapisan satire.

Tema dan Warisan Film

Get Out secara brilian satir liberalisme palsu, apropriasi budaya, dan rasisme sistemik yang tersembunyi di balik senyum ramah. “Sunken place” menjadi metafor kuat tentang marginalisasi orang kulit hitam, sementara lelang otak kritik eksploitasi tubuh mereka. Elemen horor seperti hipnosis dan auction memperkuat pesan tanpa terasa dipaksakan. Di 2025, warisannya semakin besar: sering disebut sebagai film yang mengubah genre horor menjadi platform komentar sosial, menginspirasi banyak karya serupa tentang isu ras dan kelas. Kesuksesan ini membuktikan horor bisa cerdas dan profitable, terus memicu diskusi tentang bagaimana masyarakat modern masih bergulat dengan prejudice, tetap relevan dan powerful bertahun-tahun kemudian.

Kesimpulan

Get Out bukan horor biasa, tapi masterpiece yang menggabungkan ketegangan mencekam dengan kritik sosial yang menusuk. Dengan naskah jenius, akting memukau Kaluuya, serta tema abadi, ia tetap menjadi benchmark film modern yang berani. Di akhir 2025, saat pengaruhnya semakin terasa luas, ini saat tepat untuk menonton ulang atau pertama kali, karena pesannya tak pernah kehilangan ketajaman. Sebuah karya ikonik yang membuktikan sinema bisa menghibur sekaligus memprovokasi pemikiran mendalam, layak disebut salah satu film terbaik dekade lalu.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *