Review Film The Serpent: Kisah Nyata Pembunuh Berantai

Review Film The Serpent: Kisah Nyata Pembunuh Berantai

Review Film The Serpent: Kisah Nyata Pembunuh Berantai. The Serpent (2021), serial Netflix karya Tom Shankland yang dibintangi Tahar Rahim sebagai Charles Sobhraj, tetap menjadi salah satu drama kriminal paling mencekam dan banyak dibicarakan hingga awal 2026. Serial delapan episode ini merekonstruksi kisah nyata Charles Sobhraj—pembunuh berantai asal Prancis-Vietnam yang aktif di Asia Tenggara pada tahun 1970-an—dan pengejaran panjang yang dilakukan oleh diplomat Belanda Herman Knippenberg (Billy Howle). Berlatar Bangkok, Kathmandu, dan berbagai kota backpacker era hippie, The Serpent menggambarkan bagaimana Sobhraj memikat, merampok, dan membunuh wisatawan muda Barat dengan modus palsu sebagai pedagang permata. Hingga Februari 2026, serial ini terus mendapat perhatian karena keakuratan sejarahnya yang relatif tinggi dan cara dinginnya mengungkap psikologi pembunuh yang karismatik tapi sangat kejam. INFO CASINO

Rekonstruksi Kisah Nyata Charles Sobhraj: Review Film The Serpent: Kisah Nyata Pembunuh Berantai

Serial ini dimulai tahun 1975 di Bangkok, ketika Sobhraj—yang menggunakan berbagai nama samaran seperti Alain Gautier—mulai menargetkan backpacker Eropa yang sedang menjelajahi “Hippie Trail”. Ia mendekati korban dengan ramah, menawarkan bantuan, dan mengundang mereka ke pesta atau makan malam. Setelah korban lengah, Sobhraj meracuni mereka dengan obat tidur, merampok segala harta, dan dalam banyak kasus membunuh serta membuang mayat. Korban utama termasuk pasangan Belanda Henk dan Cornelia, turis Amerika Teresa, dan beberapa wisatawan Prancis serta Australia. Serial ini tidak menampilkan adegan kekerasan grafis berlebihan; fokusnya lebih pada manipulasi psikologis dan kegagalan sistem untuk menangkapnya lebih awal.
Pengejaran utama dilakukan oleh Herman Knippenberg, diplomat Belanda yang mulai curiga setelah menerima laporan hilangnya warga negaranya. Dibantu istrinya Angela (Frederique de Keyser) dan rekan-rekan di kedutaan, Knippenberg mengumpulkan bukti meski dihadang birokrasi, korupsi polisi Thailand, dan kurangnya kerjasama internasional. Sobhraj, bersama pacarnya Marie-Andrée Leclerc (Jenna Coleman) dan rekannya Ajay Chowdhury, terus berpindah negara—Thailand, Nepal, India—sambil meninggalkan jejak korban dan identitas palsu.

Karakter dan Ketegangan Psikologis: Review Film The Serpent: Kisah Nyata Pembunuh Berantai

Tahar Rahim memberikan penampilan dingin dan karismatik sebagai Charles Sobhraj—seorang pria yang sangat pintar, multilingual, dan mampu memikat siapa saja dengan senyuman ramah. Ia berhasil menyampaikan sisi menyeramkan dari pembunuh yang tidak pernah terlihat marah atau kehilangan kendali. Jenna Coleman sebagai Marie-Andrée Leclerc menambah lapisan kompleks: seorang wanita yang jatuh cinta pada Sobhraj dan akhirnya terlibat dalam kejahatannya karena manipulasi emosional. Billy Howle sebagai Knippenberg adalah kontras sempurna: diplomat biasa yang terdorong oleh rasa keadilan dan rasa bersalah karena gagal melindungi warganya.
Serial ini unggul dalam membangun ketegangan psikologis daripada aksi fisik. Tidak ada adegan kejar-kejaran panjang; ketegangan muncul dari dialog halus, tatapan mata penuh makna, dan rasa frustrasi Knippenberg ketika bukti-bukti terus hilang karena korupsi dan kurangnya koordinasi antarnegara.

Kesimpulan

The Serpent adalah serial yang langka: mencekam sekaligus sangat realistis, lambat tapi tidak pernah membosankan, dan mendalam tanpa terasa bertele-tele. Kekuatan utamanya terletak pada rekonstruksi kisah nyata Charles Sobhraj yang akurat, penampilan luar biasa Tahar Rahim dan Billy Howle, serta penggambaran tajam tentang kegagalan sistem internasional dalam menangkap pembunuh berantai di era sebelum database global dan DNA forensik. Serial ini berhasil menjadi tontonan wajib bagi penggemar true crime seperti Mindhunter atau The Serpent Queen, dengan tambahan nuansa eksotis Asia Tenggara tahun 1970-an yang membuatnya terasa sangat autentik. Hingga 2026, The Serpent tetap relevan karena menunjukkan bahwa pembunuh berantai paling berbahaya sering kali adalah yang paling karismatik dan pandai beradaptasi. Jika kamu sedang mencari serial yang membuat bulu kuduk berdiri sekaligus otak bekerja, The Serpent adalah pilihan tepat. Tidak ada musim kedua yang direncanakan, tapi satu musim saja sudah cukup untuk meninggalkan kesan mendalam. Saksikan atau tonton ulang—karena terkadang monster paling menakutkan adalah manusia yang tampak paling ramah. Sebuah karya yang gelap, cerdas, dan sangat tepat waktu.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *